Sebab Turunnya Surat Al-Baqarah #1 (ayat 6-19)

by - August 03, 2018

AN2 - Sebab turun QS:2 #1

Asbabun Nuzul Surat QS:2 Al-Baqarah ayat 6-19

QS:2. SURAT AL-BAQARAH

Al-Faryabi dan Ibnu Jarir meriwayatkan dari Mujahid, dia berkata, “Empat ayat diawal surat al-Baqarah turun berkenaan dengan orang-orang beriman, dua ayat turun berkenaan dengan orang-orang kafir, dan tiga belas ayat turun berkenaan dengan orang-orang munafik.”

Ayat 6-7:

Ibnu Jarir meriwayatkan dari Ibnu Ishaq, dari Muhammad bin Abi Muhammad, dari Ikrimah atau dari Sa’id bin Jubair, dari Ibnu Abbas bahwa kedua ayat tersebut turun berkenaan dengan orang-orang Yahudi di Madinah.
Ibnu Jarir juga meriwayatkan dari ar-Rabi’ bin Anas, dia berkata, “Dua ayat turun berkenaan dengan perang Ahzab yaitu, ‘Sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka,…’ sampai, ‘…, dan mereka akan mendapat siksaan yang berat.’” (Al-Baqarah: 6-7)

Ayat 14:

Al-Wahidi dan ats-Tsa’labi meriwayatkan dari Muhammad bin Marwan asSuddi as-Shagir, dari al-Kalabi, dari Abu Shalih, dari Ibnu Abbas, dia berkata, “Ayat tersebut turun berkenaan dengan Abdullah bin Ubay dan kawan-kawannya. Pada suatu hari mereka bertemu dengan sekelompok sahabat Rasulullah Saw. Maka Abdullah bin Ubay berkata, ‘Lihatlah bagaimana aku menjauhkan orang-orang bodoh ini dari kalian.’ Kemudian dia pergi menghampiri Abu Bakar dan memegang tangannya, lalu berkata, ‘Selamat datang ash-Shiddiiq, tuan Bani Tamim, syaikhul Islam, orang kedua setelah Rasulullah saat berada dalam gua, juga orang yang mencurahkan diri dan hartanya demi Rasulullah.’ Kemudian dia memegang tangan Umar dan berkata, ‘Selamat datang tuan Bani ‘Addi bin Ka’ab, al-Faruuq yang kokoh di dalam agama Allah, juga orang yang mencurahkan diri dan hartanya demi Rasulullah.’ Kemudian dia memegang tangan Ali dan berkata, ‘Selamat datang sepupu Rasulullah dan menantu beliau, tuan Bani Hasyim setelah Rasulullah.’ Kemudian mereka pergi secara terpisah.
Lalu Abdullah bin Ubay berkata kepada kawan-kawannya, ‘Bagaimana pendapat kalian tentang yang telah aku lakukan tadi? Jika kalian melihat mereka, maka lakukanlah seperti apa yang aku lakukan.’ Maka mereka memujinya. Kemudian orang-orang muslim menemui Nabi dan menceritakan hal tersebut, maka turunlah ayat ini.” Isnad riwayat ini sangat lemah. Karena as-Suddi ash-Shaghir dan al-Kalabi adalah pendusta. Dan Abu Shalih sendiri adalah orang yang lemah.

Ayat 19:

Ibnu Jarir meriwayatkan dari as-Suddi al-Kabiir, dari Abu Malik dan Abu Shalih, dari Ibnu Abbas, dan dari Murrah, dari Ibnu Mas’ud dan sekelompok sahabat, mereka berkata, “Dulu ada dua orang munafik penduduk Madinah yang melarikan diri dari Rasulullah menuju tempat orang-orang musyrik. Kemudian mereka ditimpa hujan yang Allah sebutkan ini. Hujan tersebut disertai dengan guruh yang dahsyat, petir dan kilat. Setiap kali petir menyambar mereka menutup telinga karena takut petir tersebut memekakan telinga sehingga dapat membunuh mereka. Jika ada kilat berkelebat, mereka berjalan menuju cahayanya. Namun jika tidak ada cahaya kilat, mereka berdua tidak dapat melihat. Maka mereka pulang kembali ke tempat mereka. Mereka berkata, ‘Andai saja sekarang telah pagi, niscaya kita mendatangi Muhammad kemudian berbai’at kepadanya.’ Kemudian mereka berdua mendatangi beliau dan masuk Islam. Mereka menjadi muslim yang baik. Maka Allah menjadikan keadaan kedua orang ini sebagai perumpamaan bagi orang-orang munafik di Madinah.
Setiap orang-orang munafik Madinah menghadiri majelis Nabi mereka menutup telinga karena takut mendengar jika ada wahyu yang turun berkenaan dengan mereka atau mereka diingatkan dengan sesuatu yang dapat membuat mereka mati ketakutan. Hal ini seperti dua orang munafik yang menutupi telinganya. ‘…Setiap kali kilat itu menyinari mereka, mereka berjalan di bawahnya…’ (Al-Baqarah: 19). Jika orang-orang muslim memiliki harta dan anak yang banyak juga mendapatkan ghanimah atau kemenangan, mereka ikut di dalamnya dan berkata, ‘Sesungguhnya agama Muhammad kali ini benar.’ Maka mereka istiqamah di dalamnya seperti dua orang munafik yang berjalan jika kilat menyinari mereka tadi.‘…Dan jika gelap menimpa mereka, mereka berhenti…’ (Al-Baqarah: 19). Maka jika harta dan anak orang-orang muslim sedikit serta ditimpa kesulitan, mereka berkata, ‘Ini karena agama Muhammad.’ Mereka pun murtad dan kembali kafir. Hal ini seperti yang dikatakan dua orang munafik tersebut ketika mereka kilat tidak menyinari mereka.”


Sumber : Lubab an-Nuqul fi Asbab an-Nuzul - Jalaluddin As-Suyuthi
Daftar rujukan : Daftar Pustaka

You May Also Like

0 comments